Sejarah SMP Negeri 2 Purbalingga

Pada masa kolonial Hindia Belanda di Purbalingga belum ada sekolah setingkat sekolah menengah pertama. Ketika itu sekolah hanya ada HIS/Hollandsch Inlandsch School atau Sekolah Dasar. HIS milik pemerintah di Purbalingga hanya ada satu yaitu sekolah dengan bangunan yang kini digunakan oleh SMP Negeri 1 Purbalingga. Oleh karena itu, penduduk Purbalingga yang ingin melanjutkan sekolah setingkat Sekolah Menengah Pertama harus ke Purwokerto yaitu MULO (kini ditempati oleh SMA Negeri 2 Purwokerto) atau ke kota besar lain. 

Gelora kemerdekaan yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 turut memberikan kemajuan pada pendidikan. Salah satunya adalah berdirinya Sekolah Menengah Pertama di Purbalingga pada tahun 1945. Sekolah tersebut bernama SMP Negeri Purbalingga. Pada awal kemerdekaan belum ada pencantuman angka 1, 2, dst karena memang hanya ada satu sekolah menengah pertama (SMP). Sekolah ini menempati gedung eks HIS era Belanda (yang kini ditempati SMP Negeri 1 Purbalingga).

Perkembangan pendidikan kemudian menggembirakan. Jumlah siswa dari SMP Negeri Purbalingga semakin banyak sehingga selain bertempat di gedung eks HIS juga menempati sebuah bangunan di Jalan Letkol Isdiman 194 Purbalingga. 

Pada tahun 1964 SMP Negeri Purbalingga dipecah menjadi 2 yaitu SMP Negeri 1 Purbalingga dan SMP Negeri 2 Purbalingga berdasarkan SK Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan No 80/SK/B/III tertanggal 30 Juli 1964 yang berlaku mulai 1 Agustus 1964. Adapun bangunan yang digunakan bagi SMP Negeri 1 Purbalingga masih dengan bangunan sebelumnya yaitu eks HIS di lingkar Alun-Alun Purbalingga dan bagi SMP Negeri 2 Purbalingga dengan bangunan di Jalan Letkol Isdiman 194 Purbalingga. 

Pada kurun waktu 1969 sd 1971 seiring meningkatnya jumlah siswa maka diadakan kelas jauh di Batalyon 406 Candra Kusuma sebanyak 3 kelas. 

Pada kurun waktu 1971 sd 1992 kelas jauh yang ada di Batalyon 406 Candra Kusuma berpindah ke Desa Jatisaba. 

Kelas jauh tersebut kemudian ditutup dan menyatu dengan sekolah induk di Jalan Letkol Isdima 194. Adapun gedung bekas kelas jauh di Desa Jatisaba, kini digunakan oleh Rupbasan.

Back to top button